Modul 1 – PENGENALAN RISET OPERASI


1.1 Pengertian Riset Operasi

Riset Operasi atau Manajemen Sains (istilah ini sering digunakan secara bergantian dengan makna yang sama, walaupun secara filosofi mempunyai arti yang berbeda) didefinisikan oleh banyak peneliti dengan berbagai pengertian. Mulai dari “pendekatan pengetahuan untuk pengambilan keputusan”, “penggunaan perangkat kuantitatif untuk sistem yang asalnya dari kehidupan nyata”, sampai dengan “ilmu pengembilan keputusan”, dan sebagainya. Pada pertengahan 1970-an, Operations Research Society of America mendefinisikan artinya sebagai berikut :

“Riset Operasi dikaitkan dengan ilmu pengetahuan yang memutuskan bagaimana rancangan dan operasi terbaik pada sistem manusia-mesin yang biasanya dalam kondisi membutuhkan alokasi sumber daya yang terbatas”

Banyak kasus-kasus dalam perusahaan yang membuthkan pemecahan masalah secara kuantitatif dengan metode riset operasi agar dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk mendapat keuntungan yang maksimal atau menggunakan biaya yang minimal. Sebagai contoh kasus keterbatasan bahan baku pembuatan barang yang dikaitkan dengan keuntungan yang ingin dimaksimalkan, perusahaan listrik negara dalam mengkonstruksi lintasan/jalur distribusi listrik tentu tidak asal sambung-menyambung instalasi kabel listrik untuk sampainya jaringan distribusi listrik dari konsumen ke konsumen, produk-produk yang dihasilkan pabrik yang kemudian ditampung dan gudang-gudang penyimpanan tentu memakan biaya dan ingin agar biaya yang digunakan minimal dengan penggunaan gudang secara maksimal, bagaimana sebuah proyek dapat diperceat dengan melakukan paralelisme langkah-langkah penyelesaian, dan masih banyak lagi kasus-kasus sejenis yang membutuhkan riset operasi untuk diselesaikan.

1.2 Elemen Utama Riset Operasi

Riset operasi berkaitan dengan model kuantitatif dan solusinya. Dalam kenyataanna, dimana sejumlah orang membuat perbedaan : mereka mengklaim bahwa manajemen sains paling banyak berkonsentrasi dengan model, riset operasi hanya memberikan metode solusi. Model yang dibangun pada scenario yang diberikan adalah (diharapkan mendekati) gambaran dari kenyataannya. Model yang dibangun tidak pernah memasukkan semua komponen dan situasi nyata, fitur seperti beberapa pilihan criteria yang digunakan oleh konsumen tidak sepenuhnya diamati dan akan diabaikan, penghindaran resiko pembuat keputusan, dimana hal tesebut mungkin dimasukkan pada beberapa tingkat model pembuatan keputusan, tidak secara lengkap dijelaskan dan akan diperkirakan atau diabaikan. Penting untuk membedakan antara masalah kehidupan nyata dengan model matematika yang dibangun. Langkah dari masalah ke model aka nada yang didapatkan dan dhilangkan; disamping hilangnya beberapa informasi, akan didapatkan juga penyelesaian dan pemahaman struktur masalah.

Cara yang biasa digunakan untuk menggambarkan situasi untuk model riset operasi adalah yang pertama menentukan segala sesuatu apa yang ingin dilakukan, dan segala sesuatu apa yang dipunyai untuk melakukan dan hasilnya. Apa yang ingin dicapai (keuntungan tinggi, level kepuasan konsumen yang tinggi, area pemasaran yang luas, biaya produksi rendah, atau sejenisnya) adalah merupakan tujuan. Disisi lain, semua kebutuhan (seperti pembatasan budget, keterbatasan kemempuan perusahaan dalam hal manpower, dasar pengetahuan, ketersediaan mesin, dan sebagainya) disebut dengan constraints. Sedangkan dalam kebanyakan perangkat riset operasi, tujuan (objective) dan kendala (constraint) harus secara jelas dipisahkan, hal ini harus selalu sesuai dengan kenyataannya. Misalnya, budget yang digunakan dalam satu bulan tidak melebihi yang disediakan, artinya bagaimanapun teknik solusi yang diberikan, jika melampaui batas ketersediaan budget maka tidak memberikan solusi dengan benar.

Setiap model riset operasi akan meliputi parameters dan variables. Parameter adalah jumlah yang dipunyai (atau dapat menentukan), tetapi tidak dalam control kita, variabel adalah jumlah yang tidak diketahui (tapi akan diketahui), dan dimana merupakan arah pekerjaan kita. Misalnya, perkiraan kebutuhan untuk produk adalah parameter, sedangkan julah unit yang dibuat adalah variabel. Jenis truk yang digunakan untuk pengiriman dan rute perjalan truk yang dipakai adalah variabel, sedangkan lokasi gudang customer adalah parameter. Tujuan dari metode solusi adalah menentukan nilai actual variabel, misalnya menentukan level produksi, jenis truk dan rute yang dpakai.

Ada empat konsentrasi utama ketika menerapkan model riset operasi :

  1. Feasibility (dapatkan kita melakukan ini ?)
  2. Optimality(apakah ini adalah yang terbaik yang dapat kita lakukan dengan apa yang kita punya ?)
  3. Sensitivity(apa yang terjadi, jika beberapa parameter atau kondisi masukan keluar dari control)
  4. Implementability (apakah solusi yang sudah didapatkan sebenarnya dapat dilakukan ?)

Download file materi kuliah : MS2011 – Modul 1 – Pengenalan RO

Download file persentasi : MS2011-Modul 1-Pengenalan RO – ppt

2 Responses to Modul 1 – PENGENALAN RISET OPERASI

  1. Susnaya says:

    tksh,akhirnya saya menemukan materi yang sangat bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: