DATA LINK LAYER – TEKNIK DETEKSI ERROR – LONGITUDINAL REDUNDANCY CHECK


Teknik Longitudinal Redundancy Check (LRC) ini bisa dikatakan merupakan pengembangan teknik parity check. Pada LRC, data (payload) disusun menjadi sejumlah baris yang ditentukan (blok), kemudian dilakukan perhitungan bit paritas untuk setiap baris dan setiap kolom. Bit paritas baris ditaruh di ujung kanan, sedangkan bit paritas kolom diletakkan dibagian bawah. Sedangkan urutan transmisi dimulai dari kolom paling kiri kearah bawah.

Gambaran LRC dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Untuk melakukan perhitungan LRC, ditambahkan karakter tambahan (bukan satu bit) di bagian kiri dan bagian bawah blok :

  • Block Check Character (BCC) pada tiap blok data. Tiap bit BCC merupakan pariti dari semua bit dari blok yang mempunyai nomor bit yang sama. Jadi bit 1 dari BCC merupakan pariti genap dari semua bit 1 karakter yang ada pada blok tersebut, dan seterusnya
  • Ditentukan seperti parity, tetapi menghitung secara longitudinal pada pesan (dan juga secara vertikal)
  • Kalkulasi berdasarkan pada bit ke-1, ke-2 dst (dari semua karakter) pada blok menggunakan operator XOR (paritas genap) atau ~XOR (paritas ganjil) :
  • Bit ke-1 dari BCC ß jumlah 1 pada bit ke-1 dari karakter
  • Bit ke-2 dari BCC ß jumlah 1 pada bit ke-2 dari karakter
    • 98% laju deteksi error untuk burst errors ( > 10 bit)
    • Mampu mengoreksi error sebuah bit
    • Mampu mengoreksi error sebuah drive yang rusak (dalam RAID)
  • Perbaikan signifikan dibandingkan  parity checking

Contoh : Akan dilakukan pentransmisian string “DATA” dengan teknik LRC paritas ganjil. Data tersebut diubah menjadi sebuah blok yang terbagi menjadi empat baris. Masing-masing karakter direpresentasikan dengan biner kemudian dihitung paritasnya baik secara longitudinal maupun horizontal.

Ternyata blok yang diterima oleh penerima seperti pada tabel dibawah ini.

Perhitungan paritas pada sisi penerima, untuk baris 2 menghasilkan 0 (genap) yang seharusnya 1 (ganjil) seperti pada baris yang lain. Demikian pula kolom 6 menghasilkan 0 (genap) yang seharusnya 1 (ganjil) seperti pada kolom yang lain. Jika dua error ini disilangkan maka akan diketahui bahwa error terjadi pada bit di baris 2 kolom 6.

Koreksi dilakukan dengan menginversi bit 0 menjadi 1 atau 1 menjadi 0 pada posisi bit yang baris dan kolomnya dinyatakan error.

RAID

Paritas juga digunakan dalam beberapa level RAID untuk mendapatkan redundansi. Jika dalam salah satu drive array rusak, data tersebut masih dapat dikembalikan dengan mengombinasikan data paritas (dengan operator logika XOR) untuk mengembalikan data yang rusak.

Misalnya pada blok data diatas terjadi kerusakan pada drive 2

Koreksi dilakukan dengan mengoperasi drive yang lain dengan BCC sehingga drive 2 (rusak) bisa dikembalikan data aslinya)

Setelah operasi tersebut maka drive 2 akan bisa dikembalikan isinya dengan benar.

Teknik ini dapat mengenali error bit lebih dari satu sampai dengan 98% kemungkinan error yang dapat terjadi pada LRC dapat ditangani (deteksi dan koreksi).

Cara pentransmisian LRC adalah per blok (1 blok adalah 1 kolom), dengan arah kebawah. Pentransmisian ini dikenal dengan nama transmisi blok, transmisi blok adalah sekelompok bit atau karakter yang ditransmisikan sebagai sebuah unit dan biasanya berisi prosedur encoding untuk tujuan error control. Blok transmisi biasanya diterminasi dengan End Of Blok character (EOB, menggunakan karakter CR/#13 biasanya), End Transmission Block character (ETB, #23), End Of Text character (ETX, #3), atau End Of Transmission character (EOT, #4).

Standar telecom ISO 1155 menyatakan bahwa LRC untuk sequence byte dapat dihitung dalam software dengan algoritma sebagai berikut :

Set LRC = 0

For each byte b in the buffer

do

Set LRC = (LRC + b) AND 0xFF

end do

Set LRC = ((LRC XOR 0xFF) + 1) AND 0xFF)

LRC 8-bit bisa disamakan dengan CRC check yang menggunakan polynomial x8+1. Ada beberapa protokol yang menggunakan dasar XOR LRC check byte (BCC), seperti standart IEC 62056-21 untuk electrical meter reading, smart card seperti yang didefinisikan dalam ISO 7816, dan ACCESS bus protocol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: